Kue Untir

Bismillah

Kue Untir atau sering juga disebut keripik kepang ini bisa terbilang jadul banged. Kalau di kotaku, sudah payah sekali dicari. Seingat saya adanya di warung-warung kecil yang agak terperosok gitu. Itupun yang sering saya temukan kue untirnya keras banged, nggak tau kenapa kok bisa keras begitu.

Untuk mengobati rasa kangen akan kue inilah, akhirnya saya mencoba membuatnya. Selain itu, saya ingin membuat kue untir yang gurih enak tidak seperti yang saya konsumsi sebelumnya. Alhamdulillah hasilnya memuaskan, enak dan crunchy. Jadi tambahan menu snack anak-anak deh.

Membuat kue untir atau keripik kepang ini tidak susah-susah amat kok, sedikit mengulen saja hampir seperti membuat roti. Tapi kalau adonannya sedikit, capeknya nggak begitu kerasa. Resep jadulnya bisa divariasikan dengan coklat seperti pada beberapa resep modern yang sudah dimodifikasi. InsyaAlloh kalau ada kesempatan dan tentu saja bahan yang lengkap, saya ingin mencoba resep kue untir versi modern nya. Oya, saya hanya menggunakan seperlima resep dibawah ini, maklum masih coba-coba, supaya kalau gagal nggak begitu rugi tenaga dan bahan, hehehe.

Resep Kue Untir atau Keripik Kepang
Sumber: Nani Saptina

Bahan:

1. 1 kg terigu cakra (segitiga biru juga bisa)
2. 1 bungkus Permifan
3. 1 sdt Vanilli
4. 1/2 sdt garam
5. 100 gram margarine
6. 500 ml air (atau sampai adonan kalis dan tidak lengket)

Karamel :

1. 200 gram gula
2. 1/2 gelas air

Cara Membuat:

1. Campur semua bahan lalu tambahkan air sedikit demi sedikit, sambil di uleni hingga kalis.
2. Giling di ampia hingga menyerupai keripik bawang.
3. Potong sepanjang 15cm kemudian lipat dua lalu pelintir, lipat dua kembali lalu pelintir kembali.
4. Tekan sedikit ujungnya agar tidak lepas saat di goreng.
5. Lakukan yang sama sampai adonan habis. Kemudian goreng di dalam minyak yang banyak di atas api sedang sambil terus di bolak balik sampai warnanya keemasan. Angkat dan tiriskan.
6. Untuk karamelnya, gula dan air di masak hingga kental, masukkan kue untir lalu kecilkan api, aduk-aduk cepat.
7. Setelah rata matikan api lalu tampi untir yang masih di dalam kuali, hingga kelihatan mengkristal, dinginkan. Simpan didalam tempat yang tertutup setelah dingin.

Selamat Mencoba ^_^

15 May 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s