Keripik Bawang

Bismillah

Ini dia kegemaran nomor satu keluarganya suami. Tapi menurut saya rata-rata orang menyukai keripik bawang. Biasanya kalau berhari raya, keripik ini selalu menjadi incaran pertama. Kenapa? Karena banyaknya rumah yang dikunjungi, otomatis perut udah penuh dengan kue dan air, ya keripik dan kacang aja yang muat. Lagipula jarang kita merasa eneg memakan keripik sebanyak apa pun.

Keluarga zauji sangat menyukai keripik ini. Sampai-sampai mamak rela membuat dua kali kloter untuk keripik yang satu ini. Laris sih. Makanya kami membuatnya pas udah mau dekat hari lebaran. Supaya nggak habis duluan.

Disini yang chefnya mamak, saya cum sebagai asisten chef. Ya membantu mengadon, mengulen, menggiling di ampia dan menggoreng(kayaknya asisten chefnya lumayan berat kerjanya :D). Lumayan. Sesekali keripiknya masuk ke mulut. Hehehee. Nggak puasa kok nggak malu ya. Tapi habis membuat keripik ini langsung terkapar, mual banged, ya iyalah kan mencium bau banged. Awalnya sih seru karena rame-rame, lama-lama jadi mual deh. Balada ibu hamil muda, 😉

Resep Keripik Bawang
Sumber: tipsresep.blogspot.com

Bahan:

1. 400 gram tepung terigu protein sedang
2. 30 gram tepung sagu, 
3. 1 sdm garam, 
4. 1/2 sdt kaldu ayam bubuk, 
5. 2 btr telur kocok lepas, 
6. 50 gram margarin, 
7. 4 sdm air es, 
8. 6 butir bawang merah yang sudah dihaluskan, 
9. 2 sdm seledri yang dicincang halus dan 
10. Minyak secukupnya untuk menggoreng.

Cara Membuat:

1. Masukkan tepung terigu, tepung sagu, garam, kaldu ayam bubuk, telur dan margarin. Aduk rata.
2. Kemudian tambahkan bawang merah, seledri dan air es. Kemudian aduk hingga kalis.
3. Siapkan gilingan mie. Giling tipis adonan dengan ukuran yang paling tebal 2-3 kali giling hingga permukaannya licin. Kemudian giling lagi 2-3 kali hingga licin dengan permukaan tipis dan ulangi hingga ukurannya nomor 6. Giling hingga tipis dan kecil.
4. Setelah adonan tipis dan permukaannya licin. Potong-potong hingga tipis kurus Setelah itu goreng kedalam minyak yang panas dengan api sedang hingga matang cokelat keemasan. Angkat, tiriskan dan dinginkan.

Selamat Mencoba ^_^

24 Juli 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s