Roti Ubi

Bismillah

Di penghujung bulan oktober ini, tiba-tiba ada rasa kangen membuat roti. Udah lama sekali sejak terakhir kali berkutat dengan proses mengadon dan mengulen adonan roti. Tapi memang kalau mengulen ini selalu menjadi momok. Apalagi sekarang kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan “akrobat” dan “olah jasmani” seperti sebelum-sebelumnya. Hamil yang sudah menua membuat badan saya teramat cepat lelah. Belum lagi krucil yang senantiasa menambah rusuh suasana di dapur. Apa boleh buat keinginan membuat roti selalu tertunda.

Alhamdulillah akhirnya saya menemukan resep anti capek dari blognya mbak rina. Resep dari chef sangjin ini terbukti hemat, anti lelah dan hasil akhir rotinya juga lembut. Wah ini sih mantep. Recomended buat ibu-ibu yang masih terhalang membeli mixer roti (seperti saya) tapi nggak mau pegal-pegal setelah mengulen roti. Hehehe. Resep ini tanpa telur, telurnya palingan buat mengoles roti sebelum dipanggang supaya mengkilap dan cantik kelihatannya. Tapi bisa juga diganti madu atau susu cair saja.

Ehm, kalau bentuk rotinya harap maklum saja ya. Masih jauh dari kata “cantik” apalagi “sempurna”. Ini pertama kalinya membuat roti isi. Biasanya mengadon bahan roti ya buat donat atau bakpao. Sekarang karena kebetulan masih banyak stok ubi jalar, jadi pengen roti yang ada isi selai ubi gitu. Kayaknya enak. Dan ternyata memang enak kok.😀 Sebentar saja langsung ludes. Kayaknya mau buat ronde kedua buat besok. Oya, ubinya kebetulan terbeli yang warna kuning, bukan oren seperti biasa. Plus nggak pakai gula merah. Jadi hasil warnanya nggak ngejreng, kurang kelihatan isinya kalau dipotret. Tapi tenang aja, rasanya sama kok😉

Eh sekalinya pengen buat roti, rotinya dibentuk macam-macam. Hihihi gaya betul ya. Pertamanya bentuk bulat saja, eh belakangan pengen bentuk croisant trus terakhir bikin bentuk kepang. Yang croisant sih lumayan, yang bentuk kepangnya yang acak adut. Nggak papa, yang penting enak (menghibur diri). Tapi saya tetap sertakan juga step membuat croisant dan roti kepang, siapa tahu saja ada yang mengikuti jejak saya, iseng berhadiah, hadiahnya roti :p.

Resep Roti isi Ubi
Sumber: Sangjin Ko
Penulis : Dhani R Satyadharma
Step by step roti: Foodiva’s Kitchen
Isi Ubi: Sedap Pemula
Croisant: Rina Audie (diambil lagi dari blog bule)
Kepang: Dapur Aisyah

Bahan :

1. 120 ml susu cair
2. 100 ml air putih
3. 40 gram gula pasir
4. 4 gram garam (± 1/2 sdt)
5. 6 gr ragi instan (± 1/2 sachet)
6. 260 gram tepung terigu protein tinggi
7. 40 gram tepung terigu protein rendah
8. 30 gram mentega/margarin, cairkan

Bahan Isi :

1. 250 gram ubi, kukus, haluskan
2. 2 lembar daun pandan(saya skip)
3. 25 gr gula pasir
4. 50 ml santan kental dari 1/4 butir kelapa

Olesan :

1. Mentega/margarin cair
2. 1 butir telur telur, kocok lepas 3. 1 sdm susu cair

Cara Membuat:

Untuk isi : blender ubi dan santan sampai halus. Tuang dalam panci. Tambahkan daun pandan dan gula pasir. Aduk sampai kalis. Timbang masing-masing 10 gram. Sisihkan

Untuk Roti:

1. Dalam wadah besar, masukkan susu cair, air, gula, garam, aduk sampai larut 
2. Taburkan ragi instan, diamkan 5 menit sampai ragi tercampur dengan air, setelah itu diaduk rata
Masukkan semua terigu sambil diayak, aduk dengan sendok kayu sampai rata  Adonan yang terbentuk kenyal. Tambahkan mentega cair, aduk rata. Tutup dengan plastik wrap. Istirahatkan 20 menit di suhu ruang.
3. Kempiskan adonan, taburi dengan sedikit terigu, bulatkan adonan menjadi bulatan besar dengan cara menarik permukaan roti kearah bawah. Letakkan lagi di wadah, tutup lagi.
4. Istirahatkan 20 menit lagi, kempiskan, bulatkan, lalu tutup lagi.
5. Istirahatkan 20 menit. Setelah itu kempiskan dan bulatkan lagi. Tutup dengan plastik, masukkan lemari es/kulkas selama 5-6 jam atau semalam. Jika ingin segera dibentuk dan dioven juga boleh. Tapi saya pilih semalam, dari jam 17.30 sore sampai jam 5.30 pagi. 
6. Keluarkan dari kulkas,dan kempeskan. Bentuk roti sesuai selera.
– Bentuk Bulat
Timbang masing-masing adonan 30 gram, bulatkan, diamkan 10 menit. Pipihkan adonan, beri isi, bentuk bulat. Letakkan di loyang yang dioles margarin.
– Bentuk Croisant
Timbang adonan 30 gram, bentuk bulat dengan ditarik kesamping sehingga membentuk kerucut. Giling adonan. Beri isian ubi ditengahnya. Lalu gulung adonan dari sisi bulat ke sisi yang lancip.
– Bentuk Kepang
Timbang adonan 30 gram. Ambil adonan di pipihkan dengan rolling pin bentuk agak memanjang, sayat sisi kanan dan kirinya menyerupai tulang ikan ,beri isian lalu lipat beragantian kanan kiri kanan dan seterusnya. 
7. Fermentasikan semua adonan di tempat hangat sampai mengembang 2x lipat, selama ± 60 menit.
8. 15 menit sebelum fermentasi berakhir, panaskan oven dengan suhu 180°C. Olesi adonan yang telah mengembang dengan campuran telur dan susu. Panggang selama ± 20 menit sampai kuning kecoklatan.
9. Setelah matang keluarkan dari oven dan olesi mentega selagi panas.

Selamat Mencoba ^_^

30 Okt 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s